Strategi Menentukan Harga Jual Produk untuk Bisnis Pemula

Strategi Menentukan Harga

Strategi Menentukan Harga Jual Produk untuk Bisnis Pemula

Strategi Menentukan Harga jual menjadi salah satu keputusan paling sulit bagi pemilik bisnis baru. Harga terlalu tinggi membuat pelanggan enggan membeli produk Anda. Harga terlalu rendah membuat Anda rugi atau bahkan bangkrut. Banyak pemula asal-asalan menentukan harga hanya dengan menebak. Akibatnya, bisnis tidak berkembang dan akhirnya tutup. Anda perlu strategi yang tepat untuk menentukan harga jual produk. Berikut adalah panduan menentukan harga jual untuk bisnis pemula.

Hitung Biaya Produksi dengan Teliti

Setelah semua biaya terkumpul, jumlahkan untuk mendapatkan total biaya produksi. Rumusnya sederhana: total biaya produksi dibagi jumlah produk yang dihasilkan. Hasilnya adalah biaya produksi per unit atau modal pokok penjualan.

Tentukan Persentase Keuntungan yang Realistis

Setelah mengetahui modal pokok, tentukan berapa persen keuntungan yang Anda inginkan. Untuk pemula, keuntungan 30 hingga 50 persen dari modal pokok sudah cukup baik. Jangan serakah mengambil untung 100 persen di awal. Pelanggan akan merasa harga Anda terlalu mahal dan pergi ke pesaing. Sebaliknya, jangan juga mengambil untung terlalu kecil karena bisnis tidak berkembang.

Contoh perhitungan: modal pokok satu kue adalah 5.000 rupiah. Anda ingin untung 40 persen, maka 5.000 x 40% = 2.000 rupiah. Harga jual menjadi 5.000 + 2.000 = 7.000 rupiah.

Bandingkan dengan Harga Pasar

Jangan menentukan harga dalam ruang hampa tanpa melihat kompetitor. Cari tahu berapa harga produk sejenis di pasaran. Survei ke toko fisik maupun online seperti Shopee atau Tokopedia. Catat harga dari setidaknya lima kompetitor yang berbeda. Bandingkan dengan harga yang sudah Anda hitung sebelumnya.

Jika harga Anda jauh lebih mahal, cari tahu penyebabnya. Mungkin bahan baku Anda terlalu mahal. Cari supplier lain yang lebih murah. Mungkin kemasan Anda terlalu berlebihan. Sederhanakan kemasan tanpa mengurangi kualitas. Jika harga Anda jauh lebih murah, Anda bisa menaikkan harga sedikit. Jangan takut kehilangan pelanggan asalkan kualitas produk Anda baik.

Gunakan Strategi Harga Psikologis

Harga psikologis memanfaatkan cara otak manusia memproses angka. Harga 9.900 rupiah terasa lebih murah daripada 10.000 rupiah. Padahal selisihnya hanya 100 rupiah. Otak kita membaca angka pertama terlebih dahulu. Angka 9 terasa lebih kecil daripada angka 10. Gunakan strategi ini untuk semua produk Anda. Bulatkan harga ke angka 9, 99, atau 999 di belakang.

Contoh: dari 7.000 rupiah menjadi 6.900 rupiah. Dari 25.000 rupiah menjadi 24.900 rupiah. Pelanggan akan merasa mendapatkan harga yang lebih murah.

Terapkan Harga Berbeda untuk Setiap Channel

Anda tidak harus menjual harga yang sama di semua tempat. Harga di toko fisik bisa berbeda dengan harga di online. Biaya operasional toko fisik lebih besar karena Anda bayar sewa tempat. Harga di online bisa lebih murah karena tidak ada biaya sewa. Anda juga bisa memberikan harga khusus untuk pembelian dalam jumlah besar. Misalnya, harga satuan 10.000 rupiah, tetapi beli 10 dapat harga 90.000 rupiah. Pelanggan akan tergiur membeli lebih banyak karena merasa hemat.

Harga khusus untuk pelanggan setia juga bisa Anda terapkan. Setelah pelanggan membeli 10 kali, beri diskon 10 persen untuk pembelian berikutnya.

Gunakan Sistem Harga Bertingkat

Sistem harga bertingkat memberikan pilihan kepada pelanggan. Produk standar dengan kemasan biasa dijual dengan harga murah. Produk premium dengan kemasan mewah dan bonus dijual dengan harga mahal. Contoh, satu kotak kue kering standar seharga 50.000 rupiah. Satu kotak kue kering premium dengan tambahan pita dan kartu ucapan seharga 75.000 rupiah. Satu toples besar kue kering untuk acara keluarga seharga 150.000 rupiah.

Perhatikan Siklus Permintaan

Harga tidak harus tetap sepanjang tahun. Saat permintaan tinggi, Anda bisa menaikkan harga. Contohnya, kue kering menjelang Lebaran atau tas sekolah menjelang tahun ajaran baru. Saat permintaan rendah, Anda perlu menurunkan harga agar produk tidak menumpuk. Contohnya, diskon besar-besaran di bulan Januari atau Februari. Diskon juga efektif untuk menghabiskan stok produk yang akan kadaluarsa.

Namun, jangan terlalu sering mengganti harga. Pelanggan akan bingung dan kehilangan kepercayaan.

Uji Coba Harga di Pasar

Anda tidak perlu langsung menerapkan harga final di awal. Lakukan uji coba harga di pasar terlebih dahulu. Jual produk Anda dengan tiga variasi harga yang berbeda. Tawarkan ke segmen pelanggan yang berbeda. Catat mana harga yang paling banyak diminati. Catat juga berapa banyak pelanggan yang memilih produk Anda dibanding kompetitor. Dari hasil uji coba, Anda bisa menentukan harga yang paling optimal.

Uji coba juga membantu Anda mengetahui apakah pelanggan setia dengan produk Anda. Jika mereka tetap membeli meskipun harga naik sedikit, itu pertanda baik.

Hindari Perang Harga dengan Kompetitor

Perang harga terjadi ketika Anda dan kompetitor saling menurunkan harga. Anda turunkan harga, kompetitor turunkan lebih murah. Anda turunkan lagi, kompetitor turunkan lebih murah lagi. Akhirnya, semua pihak rugi karena keuntungan semakin tipis. Pelanggan memang senang, tetapi bisnis Anda tidak akan bertahan lama. Hindari perang harga dengan cara apapun.

Fokus pada kualitas produk dan pelayanan, bukan pada harga termurah. Pelanggan bersedia membayar lebih untuk produk yang berkualitas. Mereka juga bersedia membayar lebih untuk pelayanan yang ramah dan cepat.

Hitung Ulang Harga Secara Berkala

Biaya produksi bisa berubah sewaktu-waktu. Harga bahan baku naik karena inflasi atau musim paceklik. Biaya listrik dan air juga bisa naik setiap tahun. Karena itu, hitung ulang harga jual Anda secara berkala. Lakukan setiap 3 hingga 6 bulan sekali. Jika biaya produksi naik, Anda harus menaikkan harga jual. Jangan menahan harga terlalu lama hanya karena takut kehilangan pelanggan.

Jika perlu, beri tahu pelanggan tentang kenaikan harga ini. Jelaskan alasannya dengan jujur. Pelanggan setia akan memahami dan tetap membeli dari Anda.

Kesimpulan

Menentukan harga jual membutuhkan perhitungan yang matang dan strategi yang tepat. Hitung biaya produksi dengan teliti, mulai dari bahan baku hingga operasional. Tentukan persentase keuntungan yang realistis, tidak terlalu serakah dan tidak terlalu kecil. Bandingkan harga Anda dengan kompetitor di pasaran untuk melihat posisi Anda. Gunakan strategi harga psikologis seperti 9.900 daripada 10.000. Terapkan harga berbeda untuk setiap channel penjualan, online dan offline. Gunakan sistem harga bertingkat untuk menjangkau berbagai segmen pelanggan.

Baca juga: Cara Memilih Lokasi Usaha yang Strategis untuk Bisnis Pemula

Perhatikan siklus permintaan, naikkan harga saat ramai dan turunkan saat sepi. Lakukan uji coba harga di pasar sebelum memutuskan harga final. Hindari perang harga dengan kompetitor, fokus pada kualitas dan pelayanan. Hitung ulang harga secara berkala karena biaya produksi bisa berubah. Jangan takut menaikkan harga jika biaya produksi naik. Pelanggan setia akan memahami selama Anda menjelaskan dengan jujur. Mulailah menerapkan strategi ini untuk bisnis Anda. Harga yang tepat akan membuat pelanggan senang dan bisnis Anda untung. Selamat mencoba.

Exit mobile version